Sabtu, 30 Maret 2013

Dongeng Tentang Semut Yang Sombong Dan Kupu-Kupu Yang Baik Hati (Spanyol)



Di sebuah hutan di luar Kota Madrid, hidup berbagai binatang. Ada semut, kelinci, dan burung, kucing, capung, kupu-kupu dan binatang lainnya    
   
Suatu hari, badai dahsyat menerjang hutan itu. 
“Kraak, kraak, ” terdengar bunyi pohon dan dahan-dahan patah di segala penjuru. Banyak binatang  yang mati karena tidak bisa menyelamatkan diri. 
Badai berlangsung sehari semalam. Menjelang pagi, barulah badai berhenti meyisakan kehancuran di mana-mana. 
Sejenak, tidak tampak kehidupan di hutan itu. Tiba-tiba, dari dalam tanah muncul  seekor semut. semut itu berhasil selamat dari terjangan badai dengan cara masuk ke dalam tanah. 

Semut memandang sekelilingnya. lalu, berjalan sambil memeriksa keadaan hutan. Langkahnya berhenti saat melihat kepompong tergeletak di tanah. 
 “Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana. Kalau aku sih bisa pergi kemana saja aku suka,” ejek semut kepada kepompong. Kepompong pun hanya diam membisu. 
Beberapa hari kemudian, semut melewati sebuah jalan yang becek dan berlumpur. Ia tidak sadar kalau lumpur yang diinjaknya bisa mengisap nya. 
 “Aduh, sulit sekali berjalan ditempat becek seperti ini,” keluh semut. Semakin lama, tubuh semut semakin tenggelam dalam lumpur. 
 “Tolong…tolong!” teriak semut. 
 “Wah, seperti nya kamu sedang kesulitan ya?”
Semut terheran-heran mendengar suara itu. Ia memandang sekelilingnya untuk mencari sumber suara. Tapi, ia hanya melihat seekor kupu-kupu terbang di atas kepalanya. 
“Hei, aku adalah kepompong yang dulu kamu ejek. Sekarang, aku sudah menjadi kupu-kupu. Kamu tau, aku bisa terbang kemana pun aku suka dengan sayapku. Sementara, lihatlah! Saat ini, kau tidak bisa berjalan di lumpur itu, kan? Kau akan ditelan lumpur itu sebentar lagi, ” kata kupu-kupu. 
Semut terdiam malu. “Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena telah mengejekmu saat jadi kepompong.  Maukah kau menolongku sekarang?” pinta semut memelas. 
Kupu-kupu pun berpikir sebentar. ”Baiklah, aku akan menolongmu,” kata kupu-kupu. 
Kupu-kupu lalu menarik semut dari dalam lumpur hingga selamat. “Terima kasih, kau telah menyelamatkan aku,” kata semut 
 “Sudahlah, kita wajib menolong siapapun yang sedang kesusahan, bukan? Tapi, lain kali kamu jangan suka mengejek kelemahan binatang lainnya. Setiap mahluk Tuhan pasti punya kelebihan dan kekurangan,“ kata kupu-kupu menasehati semut. 
Semut pun mengangguk malu. Sejak saat itu, semut dan kupu-kupu menjadi sahabat karib.


Pesan Moral :


Jangan suka membangga-banggakan diri sendiri, sebab, kita mempunyai kelebihan dan kekurangan.
  
Jadilah anak yang baik dan suka menolong. selain, itu minta maaflah jika kamu punya salah jangan menunggu kesalahan yang sama.                                     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar