Kucing
pun menyapa rubah dengan ramah, "Selamat siang, Tuan Rubah ! Kau pasti
binatang yang hebat. Buktinya, kau masih hidup sampai sekarang. Padahal,
banyak pemburu yang mengincarmu? Bagaimana cara kamu melepaskan diri
dari para pemburu dan anjing-anjing mereka?"
Rubah bangga mendengar pujian kucing. Ia membusungkan dada sambil memandangi kucing dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Ah,
dasar makhluk belang bodoh. Kau pasti sangat bodoh hingga menanyakan
hal itu? Tentu saja aku bisa selamat dengan mudah dari incaran pemburu.
Aku punya banyak keahlian. Tidak seperti kau. Kau pasti makhluk tidak
berguna dan tidak punya keahlian, kan?" kata rubah sombong.
"Wah,
benar. Kau memang binatang yang hebat. Aku percaya kau punya banyak
keahlian. Kalau aku sih hanya punya satu keahlian," kata kucing
mengagumi rubah.
"Memangnya apa keahlianmu?" tanya rubah sambil menyindir.
"Saat anjing-anjing pemburu mengejarku, aku bisa naik ke atas pohon untuk menyelamatkan diri," jawab kucing.
"Aku punya ratusan keahlian dan siasat. Akulah binatang paling cerdik di hutan ini," kata rubah lagi.
Tiba-tiba,
terdengar suara anjing pemburu dari arah desa. Dari kejauhan, terlihat
ada empat ekor. Dengan cepat, kucing pun naik ke atas pohon dan duduk di
dahan pohon paling tinggi.
Sementara,
rubah berlari kencang untuk menghindari kejaran anjing pemburu. Tapi,
secepat apapun rubah berlari, empat anjing pemburu berhasil
mengepungnya.
"Pergunakan keahlianmu yang banyak itu!" teriak kucing pada rubah!
Tapi
terlambat, anjing-anjing pemburu telah berhasil melumpuhkan rubah.
Rubah yang sombong pun mati diterkam empat anjing pemburu.
Menyaksikan
hal itu, kucing merasa kasihan kepada rubah. "Ah, Tuan Rubah. Ternyata ratusan keahlianmu tidak satu pun yang mampu menyelamatkanmu dari anjing
pemburu. Andai saja kau bisa naik keatas pohon seperti aku, pasti akan
selamat." kata kucing dengan suara pelan.
pesan moral :
Jangan
sombong dengan kemampuanmu. Sebab, sepintar-pintarnya kamu, tetap saja
membutuhkan orang lain. Bayangkan jika kamu hidup tanpa teman, pasti
sangat kesepian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar