Jumat, 20 Maret 2015

Dongeng Tentang Bella, Gadis Cantik Berhati Mulia (Perancis)

Dahulu kala, ada seorang pedagang kain yang hidup bersama tiga orang putrinya. Putri bungsu sang peda­gang bernama Bella (Bella dalam bahasa Prancis artinya cantik). Selain cantik, Bella juga seorang ga­dis yang berhati mulia.

Suatu hari, sang pedagang hendak pergi ke kota untuk berdagang kain. "Anak-anakku, aku akan pergi berdagang ke kota. Kalian mau kubelikan apa sebagai oleh-oleh?"kata si pedagang.

Dua kakak Bella minta dibawakan hadiah baju yang mahal. Sementara, Bella hanya meminta setang­kai mawar untuk ditanam di halaman rumah.

Kemudian, pergilah pedagang itu menuju kota. Namun, setelah seharian berdagang, tak ada satu pun barang dagangannya yang terjal. Ia tidak mendapatkan uang sepeser pun. Jangankan un­tuk membeli baju mahal pesanan dua kakak Bella, untuk sekadar membeli setangkai mawar pesanan Bella saja uangnya tidak cukup.

Dengan tubuh yang keletihan, pedagang terse­but beranjak pulang. Tapi, nasib sial kembali me­nimpanya. Karena melamun, dirinya tersesat di da­lam hutan.

Lalu, ia pun mulai mencari-cari jalan keluar. Saat itulah dirinya melihat sebuah kastil (rumah besar) di tengah hutan.Tanpa pikir panjang, ia pun masuk. Di sana, ia mendapati banyak makanan di atas meja. Karena lapar, dilahaplah makanan itu tanpa per­misi.

Setelah makan, ia berjalan ke halaman belakang. Di sana, ia melihat taman yang di dalamnya turn­buh banyak bunga mawar yang sedang berbunga indah. Ia ingat Bella yang menginginkan setangkai mawar. Lalu, ia pun mengambil setangkai mawar.

Setelah mengambil setangkai mawar, ia pun membalikkan badannya menuju pintu keluar. Tiba, tiba, muncul sesosok makhluk buruk rupa berdiri di hadapannya.
"Kau pencuri. Kau telah mencuri mawarku,"ben­tak si buruk rupa.
Pedagang pun gemetar ketakutan,"Ampunnn... ssa...saya...tt..tidak...'
"Diam! Kau akan aku hukum. Kau akan ku tahan di penjara bawah tanah selamanya;' kata si buruk rupa.


Pedagang itu sekali lagi memohon ampun. Ia mengatakan bahwa hal itu terpaksa. Sebab, setang­kai mawar itu untuk oleh-oleh putri bungsunya.



Setelah berpikir sejenak, si buruk rupa setuju me­lepas si pedagang, asalkan bersedia mengirimkan putri bungsunya ke kastil sebagai ganti. "Putrimu harus menjadi pelayanku!" bentak si buruk rupa.

Pedagang tidak punya pilihan lain dan menerima syarat yang diminta si buruk rupa. Ia pun bergegas pulang.



Setibanya di rumah, ia menceritakan kejadian yang menimpanya kepada ketiga putrinya. Dua kakak Bella senang sekali bukan mereka yang me­minta pohon mawar. Pedagang itu memandang Bel­la. Bella anak yang balk dan sayang kepada ayahnya. Dengan tulus, ia menyatakan bersedia mengganti­kan ayahnya menjadi pelayan di kastil si buruk rupa.


Keesokan harinya, Bella pergi menemui si buruk rupa. Si buruk rupa tidak menyangka bahwa Bella sangat cantik. Ia pun memperlakukan Bella dengan sebaik-baiknya. Bella diberikan baju-baju yang in­dah dan makanan yang lezat.



Sejak saat itu, Bella tinggal di rumah si buruk rupa dan melayaninya. Lama-kelamaan, Bella dan si buruk rupa saling jatuh cinta. Mereka sama-sama menyukai bunga mawar. Setiap hari, mereka mera­wat dan menyiram tanaman mawar di taman ber­sama-sama.



Hari berlalu, sebulan sudah Bella berada di kas­til si buruk rupa. Bella merasa rindu kepada keluarganya. Ia pun meminta izin kepada si buruk rupa untuk menemui keluarganya.



Si buruk rupa mengizinkan Bella pulang, asal­kan ia berjanji akan kembali lagi ke kastil dalam satu minggu. "Kalau kau tidak kembali dalam satu minggu, aku akan mati kesepian tanpamu;' kata si buruk rupa.

Bella berjanji akan kembali dalam satu minggu. Lalu, ia pun pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah, kedua kakaknya kaget melihat Bella memakai baju bagus dan terlihat le­bih cantik dibandingkan dahulu.

Kemudian, Bella menceritakan betapa baik per­lakuan si buruk rupa padanya. Mendengar hal itu, timbul rasa iri di hati kedua kakak Bella. Mereka membuat siasat agar Bella tidak kembali ke kastil si buruk rupa tepat pada waktunya.

Setelah satu minggu berakhir, Bella hendak kem­bali ke kastil si buruk rupa. Tapi, kedua kakaknya memohon-mohon agar Bella tinggal sehari lagi. Bella yang tidak berprasangka buruk kepada kedua kakaknya terpaksa setuju.

Esoknya, barulah ia kembali ke rumah si buruk. rupa. Betapa kagetnya Bella saat melihat si buruk rupa telah tergeletak di taman mawar. Si buruk rupa sakit parah karena kecewa Bella tidak menepati janji untuk kembali dalam satu minggu.

Melihat kondisi si buruk rupa, Bella menangis se­dih."Maafkan aku,Tuan. Aku mencintaimu sepenuh hati. Jangan tinggalkan aku", kata Bella. 
Saat air mata Bella menetes ke wajah si buruk rupa, tiba-tiba si buruk rupa berubah menjadi se­orang pangeran yang sangat tampan.
 
Alangkah kagetnya Bella saat itu. Pangeran itu berdiri dan tersenyum kepada Bella. la bercerita bahwa dirinya telah dikutuk oleh seorang penjahat. Kutukan itu baru bisa disembuhkan jika ada wanita yang mencintainya dengan tulus.


Setelah itu, sang pangeran pun menikahi Bella. Mereka hidup bahagia selamanya. 


PESAN MORAL : "Jadilah anak yang berhati mulia. Sebab, anak yang berhati mulia akan mendapatkan anugerah dari Tuhan. Lalu, jangan jadi anak yang suka iri. Sebab, anak yang suka iri hanya akan rugi."


Tidak ada komentar:

Posting Komentar