Dahulu kala, ada seorang pedagang kain
yang hidup bersama tiga orang putrinya. Putri bungsu
sang pedagang bernama Bella (Bella dalam bahasa Prancis artinya cantik). Selain cantik, Bella juga seorang gadis yang berhati mulia.
Suatu hari, sang pedagang hendak pergi ke kota untuk berdagang kain. "Anak-anakku, aku akan pergi berdagang ke kota. Kalian mau kubelikan apa sebagai oleh-oleh?"kata si pedagang.
Dua kakak Bella minta dibawakan hadiah baju yang mahal. Sementara, Bella hanya meminta setangkai mawar untuk ditanam di halaman rumah.
Kemudian, pergilah pedagang itu menuju kota. Namun, setelah seharian berdagang, tak ada satu pun
barang dagangannya yang terjal. Ia tidak mendapatkan uang sepeser pun.
Jangankan untuk membeli baju mahal pesanan dua kakak Bella, untuk
sekadar membeli setangkai mawar pesanan Bella
saja uangnya tidak cukup.
Dengan tubuh yang keletihan, pedagang tersebut
beranjak pulang. Tapi, nasib sial kembali menimpanya.
Karena melamun, dirinya tersesat di dalam hutan.
Lalu, ia pun mulai mencari-cari jalan keluar. Saat itulah
dirinya melihat sebuah kastil (rumah besar) di tengah hutan.Tanpa pikir
panjang, ia pun masuk. Di sana, ia mendapati banyak makanan di atas
meja. Karena lapar, dilahaplah makanan itu
tanpa permisi.
Setelah makan, ia
berjalan ke halaman belakang. Di sana, ia melihat taman
yang di dalamnya turnbuh banyak bunga mawar
yang sedang berbunga indah. Ia
ingat Bella yang menginginkan setangkai mawar.
Lalu, ia pun mengambil setangkai mawar.
Setelah mengambil
setangkai mawar, ia pun membalikkan badannya menuju pintu keluar.
Tiba, tiba, muncul sesosok makhluk buruk
rupa berdiri di hadapannya.
"Kau
pencuri. Kau telah mencuri mawarku,"bentak
si buruk rupa.
Pedagang pun
gemetar ketakutan,"Ampunnn... ssa...saya...tt..tidak...'
"Diam! Kau akan aku hukum. Kau akan ku tahan di penjara bawah tanah selamanya;' kata si buruk rupa.
Pedagang itu sekali lagi memohon ampun. Ia mengatakan
bahwa hal itu terpaksa. Sebab, setangkai mawar itu
untuk oleh-oleh putri bungsunya.
Setelah berpikir sejenak, si buruk rupa setuju melepas si pedagang, asalkan bersedia mengirimkan putri
bungsunya ke kastil sebagai ganti. "Putrimu harus
menjadi pelayanku!" bentak si buruk rupa.
Pedagang tidak punya pilihan lain dan menerima syarat yang
diminta si buruk rupa. Ia
pun bergegas pulang.
Setibanya di rumah, ia menceritakan kejadian yang
menimpanya kepada ketiga putrinya. Dua kakak
Bella senang sekali bukan mereka yang meminta
pohon mawar. Pedagang itu memandang Bella.
Bella anak yang balk dan sayang kepada ayahnya. Dengan
tulus, ia menyatakan bersedia menggantikan
ayahnya menjadi pelayan di kastil si buruk rupa.
Keesokan harinya, Bella pergi menemui si buruk rupa. Si buruk rupa tidak menyangka bahwa Bella sangat
cantik. Ia pun
memperlakukan Bella dengan sebaik-baiknya. Bella
diberikan baju-baju yang indah dan makanan yang lezat.
Sejak saat itu, Bella tinggal di rumah si buruk rupa dan melayaninya. Lama-kelamaan, Bella dan si
buruk rupa saling jatuh cinta. Mereka sama-sama menyukai
bunga mawar. Setiap hari, mereka merawat dan menyiram
tanaman mawar di taman bersama-sama.
Hari berlalu, sebulan sudah Bella berada di kastil si buruk rupa. Bella merasa rindu kepada keluarganya. Ia pun meminta izin kepada si buruk rupa untuk
menemui keluarganya.
Si buruk rupa mengizinkan Bella pulang, asalkan ia berjanji akan kembali lagi ke kastil dalam satu minggu. "Kalau kau tidak kembali dalam satu minggu, aku akan
mati kesepian tanpamu;' kata si buruk rupa.
Sesampainya di rumah, kedua kakaknya kaget melihat Bella memakai baju bagus dan terlihat lebih cantik dibandingkan dahulu.
Kemudian, Bella menceritakan betapa baik perlakuan si buruk rupa padanya. Mendengar hal itu, timbul
rasa iri di hati kedua kakak Bella. Mereka membuat
siasat agar Bella tidak kembali ke kastil si buruk
rupa tepat pada waktunya.
Setelah satu minggu berakhir, Bella hendak kembali ke kastil si buruk rupa. Tapi, kedua kakaknya memohon-mohon agar Bella tinggal sehari lagi. Bella
yang tidak berprasangka buruk kepada kedua kakaknya
terpaksa setuju.
Esoknya, barulah ia kembali ke rumah si buruk. rupa.
Betapa kagetnya Bella saat melihat si buruk rupa telah
tergeletak di taman mawar. Si buruk rupa sakit
parah karena kecewa Bella tidak menepati janji untuk
kembali dalam satu minggu.
Saat air mata Bella
menetes ke wajah si buruk rupa, tiba-tiba si buruk
rupa berubah menjadi seorang pangeran yang
sangat tampan.
Alangkah kagetnya Bella saat itu. Pangeran itu berdiri dan tersenyum kepada Bella. la bercerita bahwa
dirinya telah dikutuk oleh seorang penjahat. Kutukan
itu baru bisa disembuhkan jika ada wanita yang
mencintainya dengan tulus.
PESAN MORAL : "Jadilah anak yang berhati mulia. Sebab, anak yang berhati mulia akan mendapatkan anugerah dari Tuhan. Lalu, jangan jadi anak yang suka iri. Sebab, anak yang suka iri hanya akan rugi."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar